Mkvmovies.club

Segala Informasi Ada Di Disini !!

Banjir bandang usai longsornya gletser di pegunungan Himalaya, tepatnya di negeri bagian Uttarakhand, India diucap imbas dari terdapatnya pergantian hawa serta berakibat pada menaiknya temperatur di posisi tersebut.

Dilansir Firstpost, bersumber pada riset yang diterbitkan pada 2019 kemudian, menegaskan kalau gletser Himalaya sudah mencair 2 kali lebih kilat di dini abad ini sebab terdapatnya pergantian hawa.

Riset yang dicoba itu pula mengaitkan pengamatan citra satelit di India, Cina, Nepal serta Bhutan.

Hasilnya, pergantian hawa jadi dasar pemicu musibah tersebut. Tidak hanya itu, dalam harian sains Advances menampilkan hilangnya gletser es sebanding dengan satu separuh kaki dimensi es secara vertikal tiap tahunnya semenjak tahun 2000.

” Ini merupakan cerminan sangat jelas tentang seberapa kilat gletser Himalaya mencair sepanjang selang waktu ini,” kata Joshua Maurer, periset Universitas Columbia Amerika Serikat Berita dan Informasi Tekno dan Gadget .

Melansir The Third Pole, walaupun penghitungan ini tidak dicoba secara spesial, gletser diprediksi sudah lenyap seperempat dari massanya sepanjang 4 dekade terakhir.

Informasi tersebut menampilkan terdapatnya pencairan yang tidak berubah- ubah yang diiringi dengan kenaikan temperatur. Temperatur yang terletak di posisi riset bermacam- macam, namun dari tahun 2000 sampai 2016 rata- rata temperatur naik satu derajat Celcius lebih besar dari tahun 1975 sampai 2000.

Tadinya, Sebanyak 140 orang lenyap serta 9 orang ditemui wafat di negeri bagian Uttarakhand, India, akibat banjir bandang usai gletser di pegunungan Himalaya longsor.

Dampaknya, air yang tertahan di balik gletser langsung menerjang daerah lembah sampai merangsang banjir bandang. Dampaknya, beberapa penduduk yang tinggal di sisi sungai Alaknanda serta Dhauliganga dievakuasi.

Material longsor yang berganti jadi lumpur bercorak abu- abu pekat itu pula menghantam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air( PLTA) di Alaknanda. Perihal yang sama pula mengenai proyek PLTA di Dhauliganga.

Baca Juga : REKOMENDASI JASA AQIQAH TANGERANG SESUAI SUNNAH

Bagi penjelasan Kepolisian Perbatasan India Tibet, Vivek Pandey, sebanyak 42 orang pekerja terjebak di 2 proyek terowongan di Dhauliganga. Sebanyak 12 orang sukses dievakuasi, sedangkan 30 yang lain masih terjebak.

Bagi Pandey, sebanyak 140 orang pekerja proyek PLTA di Alaknanda serta Dhauliganga dilaporkan lenyap dikala material longsor menerjang.

” Anggota penyelamat memakai tali serta sekop buat menggali mulut terowongan guna mencari korban,” kata Menteri Besar Uttarakhand Trivendra Singh Rawat.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.